"Pak, tagihan rekening listrik Njenengan naik loh ya, 2x lipat per bulan ini... Ini hanya pemberitahuan, agar tidak kaget saja".
Bakda Subuh tadi dapat WA yang isinya berita atau pemberitahuan, sebab ia tidak perlu jawaban atau bantahan.
Saya bilang, makasih..., tapi tetap saja kaget. Kebayang jatah nafkah ke istri mulai bulan ini berkurang lagi, dengan terpaksa dan berduka.
Ingat saya, pajak itu mulai ada sejak zaman Nabi Syu'aib 'alaihissalam. Bukan beliau yang menetapkan, tapi umatnya yang serakah, ingin mendapatkan keuntungan atas setiap orang yang melewati daerah kekuasaan mereka.
Tentu beda, antara zakat dan pajak. Zakat hanya dikenakan kewajibannya atas orang yang mampu saja, adapun pajak menimpa siapa pun bahkan hingga anak yang baru lahir.
Kembali ke soal berita di atas. Saya rasa, kekagetan atas setiap perubahan harga kebutuhan dasar masyarakat tak perlu dikagetkan lagi, karena ketidak mampuan mengelola sumber daya negara dan ketidakberdayaan rakyat, itu seperti dia sisi mata uang. Bisa jadi karena yang tampak di depan mata adalah sumberdaya manusia dan yang dimilikinya.
Ingatlah bahwa memaksa kepada yang mestinya dilindungi, adalah sebagian dari bentuk kezaliman. Dan ia akan kembali kepada si pelaku, di dunia dan akhirat.
Allahul musta'an
#SM
#Kaget
Komentar